Refleksi Kemerdekaan: Santriwati PPGA Sirojul Qur'an Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

Diposting pada: 2026-08-24 Gambar Berita

Malang, 17 Agustus 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi santriwati Pondok Pembibitan Generasi Al-Qur'an (PPGA) Sirojul Qur'an untuk merefleksikan kembali nilai perjuangan, persatuan, dan tanggung jawab generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. Semangat tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan santriwati dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di halaman Masjid Al Ghozali, Tlogomas, Malang, pada Senin (17/8/2026).

Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh santriwati PPGA Sirojul Qur'an, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Al Fitrah, serta santri RTQ Al Ghozali. Keterlibatan berbagai unsur ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperingati momentum kemerdekaan di lingkungan masyarakat.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokoler, dilanjutkan dengan perapian dan penyiapan barisan peserta. Seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air dan simbol persatuan bangsa.

Agenda berikutnya meliputi pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Pancasila. Ketiga rangkaian tersebut menjadi bagian penting untuk mengingat kembali dasar historis dan konstitusional berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memasuki agenda amanat pembina upacara, peserta menerima pesan tentang pentingnya memaknai kemerdekaan secara substantif. Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai capaian historis bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai amanah yang perlu diisi melalui kontribusi nyata, semangat belajar, menjaga persatuan, serta membangun karakter generasi muda yang berintegritas. Dalam kesempatan tersebut, Pembina upacara menyampaikan makna kemerdekaan sejati adalah saat jiwa seseorang terbebas dari 3 belenggu, kebodohan ttg tuhan yg membelenggu akal, hawa nafsu yg membelenggu hati dan keakuan yg membelenggu ruh, sedang utk melepaskan belenggu² itu dengan 3 Trisula
1. Makrifat yg dengannya akal akan dibebaskan
2. Mahabbatulloh
3. Taslim / berserah diri
Oleh karenanya murid harus belajar mujahadah dan riyadhoh serta muroqobah dg membiasakan diri dan rajin dg dzikir , Tafakkur dan khidmah. Pembina upacara juga menyampaikan kisah perjuangan Mbah Yai Asrori, sosok yang berperan besar dalam mengenalkan dan membesarkan Al Fitrah hingga dikenal luas seperti sekarang.

Bagi santriwati PPGA Sirojul Qur'an, momentum ini juga menjadi ruang untuk mengintegrasikan nilai kebangsaan dengan nilai-nilai keislaman. Sebagai generasi yang dibina melalui pendidikan Al-Qur'an, semangat mencintai tanah air dan berkontribusi bagi masyarakat menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual dan spiritual, tetapi juga kepedulian sosial.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Abah Mustofa. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara hingga akhir dengan penuh ketertiban dan kekhidmatan.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, santriwati PPGA Sirojul Qur'an diharapkan mampu memaknai kemerdekaan sebagai sebuah tanggung jawab. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan dapat diteruskan melalui proses belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta memberikan kebermanfaatan bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Oleh: Tim Media PPGA Sirojul Qur'an

← Kembali ke Daftar Berita